<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gossip GiRL's zonE</title>
	<atom:link href="http://yoorin92.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yoorin92.wordpress.com</link>
	<description>U'Re NoboDy untiL U'rE taLkEd aBout. .</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Feb 2010 13:02:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yoorin92.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gossip GiRL's zonE</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yoorin92.wordpress.com/osd.xml" title="Gossip GiRL&#039;s zonE" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yoorin92.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/14/1126/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/14/1126/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 13:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/14/1126/</guid>
		<description><![CDATA[Park Jung-soo&#8217;s POV Sudah seminggu aku bolak-balik ke rumah sakit ini. Ke kamar ini. Dan, ia masih terbaring lemas di ranjang itu. Wajahnya masih sama seperti saat pertama kali aku melihatnya. Pucat. Hanya detak jantung yang terekam di alat sajalah yang mengatakan ia masih hidup. Bahwa ia masih bertahan melawan kematian yang kapan saja siap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1126&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } -->Park Jung-soo&#8217;s POV</p>
<p>Sudah seminggu aku bolak-balik ke rumah sakit ini. Ke kamar ini. Dan, ia masih terbaring lemas di ranjang itu. Wajahnya masih sama seperti saat pertama kali aku melihatnya. Pucat. Hanya detak jantung yang terekam di alat sajalah yang mengatakan ia masih hidup. Bahwa ia masih bertahan melawan kematian yang kapan saja siap menjemputnya. Aku melangkahkan kakiku mendekatinya. Kuletakkan beberapa tangkai bunga mawar ke dalam vas yang terletak di sebelah ranjangnya. Aku tak mengenal wanita ini. Aku ingat, sangat ingat bahkan, ia tiba-tiba muncul di depan mobilku seminggu yang lalu. Dan, bodohnya, aku menabraknya. Kulihat tubuhnya membentur kaca mobilku sebelum akhirnya terpelanting dan jatuh ke jalan. Saat aku keluar dari mobil untuk melihat keadaannya, darah segar mulai mengalir dari tubuhnya. Membasahi kening dan pelipisnya. Reflek, aku langsung membopong tubuhnya dan membawanya ke rumah sakit. Ia tidak memiliki data diri. Jadi, aku yang harus membayar segala biaya yang ia habiskan selama perawatan di rumah sakit ini. Tapi, aku sama sekali tak berkeberatan dengan semua hal itu. Aku yang telah membuatnya sampai seperti ini. Inilah bentuk tanggung jawabku padanya.</p>
<p>Tiba-tiba kulihat kedua pelupuk matanya bergerak. Diikuti oleh jemari tangannya. Perlahan, ia membuka matanya. “Kamu sadar! Kamu sadar!” teriakku padanya. Kurasakan luapan kebahagiaan memenuhi relung hatiku. Aku merasa sangat senang dan juga sangat lega. “Akan kupanggilkan dokter, kamu tunggu di sini!” kataku padanya. Dan aku segera berlari. Bisa kudengar pantulan derap langkahku di sepanjang lorong. Sebaris senyum terukir di bibirku. Tapi, ternyata kenyataan tega mempermainkan perasaanku. Kenyataan tega menghancurkan hatiku menjadi jutaan potongan kecil yang sulit untuk kusatukan kembali. Saat aku kembali ke kamarnya bersama seorang dokter, ia mengucapkan dua patah kata yang sama sekali tak kuduga. Dua patah kata yang kuharapkan tak akan pernah keluar dari bibirnya. “Aku siapa?” tanyanya, lirih. Dia menatapku dengan kedua matanya yang menyiratkan kebingungan. Dan aku sadar, dia melupakan semuanya.</p>
<p>&gt;.&lt;</p>
<p>“Masuklah. Anggap saja rumah sendiri.” kataku. Ia terlihat ragu. Aku mendorong punggungnya, pelan. “Masuklah.” suruhku. Perlahan, ia melangkahkan kakinya memasuki rumahku. Ia menolehkan kepalanya ke berbagai arah. “Kamu suka rumah ini?” tanyaku sambil meletakkan tasku ke sofa ruang tamu. Ia menolehkan wajahnya lalu tersenyum simpul. “Rumahmu indah sekali. Aku menyukainya.” katanya. Aku tertawa pelan. Sama seperti dirinya, aku juga sangat menyukai rumah ini. Aku membelinya tiga tahun yang lalu. Nama rumah ini &#8216;Full House&#8217;. Artinya &#8216;rumah yang penuh dengan cinta&#8217;.Selain karena interior rumah ini yang sangat unik dan juga pemandangan sekelilng yang sangat indah, rumah ini menjadi sangat spesial karena tempat ini pernah dijadikan <em>setting</em> sebuah drama dengan judul yang sama dengan nama rumah ini, Full House. Aku pernah menonton drama itu sekali. Dan aku menyukainya. Drama itu sangat booming di Korea dan kudengar hak siar drama itu dibeli oleh beberapa negara lain. Oleh karena itu, sangat sulit sekali mendapatkan rumah ini. Aku harus menabung bertahun-tahun sebelum bisa membeli rumah ini.</p>
<p>“Jung-soo sshi, gara-gara aku, sekarang kamu pasti sangat repot. Maafkan aku.” katanya, pelan. Aku tersentak, tersadar dari lamunanku. Kutolehkan wajahku dan kulihat ia berdiri tak jauh dariku. Ia membungkukan badannya lalu menundukkan wajahnya, mengalihkan pandangannya dariku. “Semua ini bukan salahmu. Aku yang membuatmu sampai seperti ini. Akulah yang seharusnya disalahkan.” balasku. Aku berjalan mendekatinya. Kuangkat wajahnya. Air mata mulai menggenang di kedua pelupuk matanya. “Maafkan aku.” kataku, lirih. Ia melupakan semuanya. Bahkan namanya saja pun, ia tak ingat. Setiap kali melihatnya, hatiku sakit. Perasaanku remuk. Aku selalu teringat pada kenyataan pahit bahwa karena akulah, ia menjadi seperti ini. Berputar-putar dalam kekosongan, dalam kehampaan, karena tak ada satupun kenangan yang tersisa dalam pikirannya. Ia menenggelamkan wajahnya ke dadaku, membuat kemajaku basah oleh air matanya. “Maafkan aku, Jung-soo sshi. Maafkan aku.” Ia terus menangis sambil mengulang permintaan maaf itu berkali-kali. Perasaanku makin sakit. Akulah yang sepantasnya disalahkan. Akulah yang sepantasnya meminta maaf padanya.</p>
<p>“Ha-neul ah, maafkan aku.” bisikku, pelan. Ha-neul, berarti &#8216;surga&#8217;. Aku memberi nama itu untuknya karena kupikir sulit untuk berkomunikasi dengannya bila ia tidak mempunyai nama. Surga, nama yang cukup indah menurutku. Karena di tempat itulah, tak pernah ada kesedihan, tak pernah ada luka, dan tak pernah ada kehampaan. Kuharap dengan nama ini, ia akan sedikit terbebas dari semua kesedihan dan kehampaan yang akan terus membelenggunya selama ia belum bisa mengingat semuanya. Aku memintanya tinggal bersamaku karena hanya akulah orang yang mengenalnya saat ini. Polisi sulit mengecek jati dirinya karena ia tidak memiliki satupun tanda pengenal. “Maafkan aku.” ulangku lagi. Tanpa kusadari, air mata juga mulai menggenang di kedua pelupuk mataku. Dan, perlahan mulai mengalir turun, membasahi kedua pipiku. Aku menangis bersamanya. Aku tak tega melihatnya seperti ini. Saat ia menangis seperti ini, saat ia menangisi kenyataan pahit yang terbentang di hadapannya, hatiku terasa lebih sakit. Jauh lebih sakit. Karena gara-gara akulah semua ini terjadi. Akulah yang membuatnya terluka. Akulah yang membuatnya terperangkap dalam kehampaan, tanpa satupun kenangan tersisa dalam pikirannya. Dan, aku pun terus menangis.</p>
<p>&gt;.&lt;</p>
<p>Hari ini genap setahun aku tinggal bersama Ha-neul. Ia pribadi yang menyenangkan. Sangat menyenangkan. Ia sangat ceria, apa adanya, dan juga polos. Aku tak pernah bisa berhenti tersenyum ataupun tertawa saat ia mulai melancarkan segala guyonannya. Apalagi kalau ia sudah mulai bereksperimen di dapur, mencoba menunjukkan kemampuannya dalam hal kuliner. Ia tak akan segan-segan mencampurkan segala bahan makanan. Pernah suatu hari, ia  berpesan padaku sebelum aku pergi bekerja, aku memiliki sebuah cafe bernama Heaven&#8217;s Smile di Shibuya, supaya aku pulang lebih awal karena ia ingin memasakkan sesuatu untukku. Saat aku pulang, kepulan asap dan bau menyengat menyambutku. Ia berdiri di balik meja dapur, mencoba menyunggingkan sebaris senyum. “Aku gagal membuatkan sup rumput laut untukmu, Jung-soo sshi. Maaf. Padahal hari ini kan hari ulang tahunmu. Sebenarnya aku juga ingin membuatkan cake untukmu. Tapi, aku gagal.” katanya. Wajahnya dipenuhi coreng-moreng tepung, rambutnya berantakan, dan kedua matanya menatapku dengan sorotan penyesalan. Aku menatapnya tak percaya. Perlahan, sebaris senyum terukir di bibirku. Aku berjalan mendekatinya lalu merapikan rambutnya. Kubersihkan wajahnya dengan sapu tangan yang kubawa. Kurendahkan tubuhku, membuat kedua mata kami bertemu. “Terimakasih, Ha-neul ah. Terimakasih karena telah mengingat hari ulang tahunku.” kataku, lalu tersenyum lebar.</p>
<p>Ia memanyunkan mulutnya lalu menggembungkan kedua pipinya. “Tapi, aku gagal membuatkan makanan untukmu. Padahal kamu sudah pulang lebih awal. Maaf.” balasnya. Aku ingat, hari itu, akhirnya aku yang memasak makanan untuk kami berdua. Dia menepukkan kedua tangannya saat aku mengeluarkan roti yang baru saja selesai dipanggang dari dalam oven. Dan dia juga tersenyum lebar saat menghias roti itu dengan cream dan potongan buah. Aku berharap agar senyuman itu tak menghilang dari wajahnya. Walau kutahu, luka di hatinya belum sembuh sepenuhnya. Ia masih belum bisa mengingat sesuatu dari masa lalunya. Hari itu diakhiri dengan sebuah lagu yang kumainkan di ruang tengah. Lantunan not-not menggema di sekeliling rumah. Hari itu adalah hari ulang tahun pertama yang kuhabiskan bersamanya. Dan hari ulang tahun yang sangat berkesan di hatiku. Saat itu, aku tersadar, aku mulai menyukainya. Aku mulai menyukai Ha-neul.</p>
<p>^^</p>
<p>“Kamu ingin ke mana, Jung-soo sshi?” tanyanya saat melihatku keluar dari rumah sambil membawa sekotak cake yang kuhias dengan pita berwarna pastel. “Aku ingin mengunjungi seorang teman di rumah sakit.” jawabku. Hari ini aku ingin mengunjungi Ryeo-wook, dia adalah adik dari salah satu langgananku di cafe. Sudah lebih dari setahun, dia dirawat di rumah sakit karena kanker hati yang terus menggerotinya. “Bolehkah aku ikut?” tanyanya lagi. Aku mengangguk. Saat kami sampai di rumah sakit, sekumpulan orang berteriak histeris di hadapanku. Mereka meneriakkan nama Sang-mi berkali-kali, sebelum pada akhirnya seorang Ibu menarik Ha-neul dalam pelukannya. Beliau menangis, air mata mengalir turun dari kedua matanya. “Akhirnya kamu pulang Sang-mi. Ibu sangat merindukanmu.” kata Beliau di sela-sela tangisannya. Aku menatap mereka penuh tanya. Dan segala pertanyaanku terjawab saat Ibu itu, yang ternyata adalah Ibu kandung Ryeo-wook, menceritakan segalanya.</p>
<p>Beliau menceritakan masa lalu Ha-neul, yang selama ini tak bisa diingatnya. Nama asli Ha-neul adalah Sang-mi. Seo Sang-mi. Dia adalah tunangan Ryeo-wook. Mereka seharusnya menikah setahun yang lalu, saat Ryeo-wook merasa ia bisa melawan penyakitnya. Saat ia merasa ia bisa menang dari kanker hati yang menggerotinya. Tapi ternyata, ia gagal. Ia kalah. Dokter mengatakan sudah tak ada harapan lagi untuknya. Ia tak bisa bertahan lebih lama lagi kalau tak ada donor hati untuknya. Beliau mengatakan semua kenyataan itu 3 hari sebelum pernikahan mereka diadakan. Ryeo-wook memutuskan untuk meninggalkan Sang-mi. Ia tak tega melihat wanita yang sangat dicintainya itu harus hidup dengan orang yang mempunyai penyakit seperti dirinya. Ia bahkan tak tahu berapa lama lagi sisa hidupnya. Berapa lama lagi ia sanggup bertahan. Ia tak ingin Sang-mi terluka. Dan, ia pun menyiapkan sebuah sandiwara untuk membuat Sang-mi rela melepasnya. Untuk membuat Sang-mi pergi meninggalkannya. Ia tahu Sang-mi akan terluka, tapi pasti suatu hari nanti luka itu akan sembuh saat Sang-mi menemukan pengganti dirinya yang jauh lebih baik. Dan sandiwara itu berhasil dengan sangat sempurna. Tapi, yang membuat perasaan Ryeo-wook sakit, Sang-mi memang pergi meninggalkannya, tapi ia tak pernah kembali.</p>
<p>Ia pergi entah kemana. Ryeo-wook mencoba mencarinya ke seluruh penjuru Jepang. Ia bahkan menghubungi sanak keluarga Sang-mi yang tinggal di Korea. Tapi semua itu sia-sia. Sang-mi seakan hilang ditelan bumi. Kedua orangtua Sang-mi bahkan sudah menyerah untuk mencarinya. Mereka rela melepas kepergian Sang-mi. Tapi, Ryeo-wook tidak. Ia belum rela melepas Sang-mi. Tidak, saat Sang-mi masih belum mengetahui semua kebenaran yang selalu ia rahasiakan. Ia mencoba bertahan dari penyakitnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa ia tidak menyangka Ryeo-wook bisa bertahan selama itu. Impiannya hanya satu, ia ingin bertemu dengan Sang-mi. Ia ingin meminta maaf atas semua kebohongan yang telah ia lakukan. Tapi, semua semangat itu tidak didukung oleh kondisi tubuhnya. Dari hari ke hari, tubuhnya semakin lemah. Donor hatinya untuknya juga belum ada. Kematian bisa menjemputnya kapan saja. Aku menolehkan wajahku, kulihat wajah Sang-mi pucat, aku tak seharusnya memanggilnya Ha-neul lagi kan. Ia mungkin masih syok dengan semua kenyataan yang ia dengar.</p>
<p>“Boleh aku menemui Ryeo-wook sshi?” tanyanya, lirih. Ibu Ryeo-wook menganggukkan kepalanya. “Jung-soo sshi, bisakah kamu menemaniku?” tanyanya. Aku hanya terdiam. Sekarang, perasaanku terasa jauh lebih sakit daripada saat aku mengetahui kenyataan kalau Sang-mi terkena amnesia. Ironisnya, aku bahkan sudah kalah sebelum aku sempat menyatakan perasaanku pada wanita itu. Ryeo-wook pasti sangat mencintai Sang-mi. Kadar cintaku tak bisa dibandingkan dengannya. “Jung-soo sshi,” panggil Sang-mi. “Aku mohon.” katanya. Kupaksakan tubuhku untuk mengangguk lalu menemaninya untuk menemui Ryeo-wook. Kulihat Ryeo-wook terbaring lemas di ranjangnya. Wajahnya sangat pucat. Belasan selang yang terus menyangga hidupnya terpasang di sekujur tubuhnya. “Ryeo-wook sshi,” panggil Sang-mi, lirih. “Aku pulang.” katanya. Air mata mulai jatuh dari kedua matanya. “Walaupun sampai sekarang, aku tak bisa mengingatmu. Mengingat semua kenangan saat kita bersama, tapi aku mohon, bertahanlah. Bertahanlah lebih lama lagi. Tunggulah agar aku bisa mengingat semua kenanganku bersamamu. Aku mohon. Dan, aku juga memaafkan segala kebohongan yang telah kamu lakukan padaku, aku memaafkanmu. Jadi aku mohon bertahanlah.” lanjutnya. Dan, semua pertahanan Sang-mi runtuh. Ia menangis di hadapan Ryeo-wook dan juga di hadapanku yang hanya bisa menatapnya dalam diam. Tiba-tiba, secara perlahan Ryeo-wook membuka kedua matanya. “Sang-mi,” panggilnya pelan. Aku memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. Aku merasa perasaanku hancur, remuk menjadi serpihan kecil saat kulihat Ryeo-wook tersenyum saat melihat Sang-mi.</p>
<p>Setengah jam berlalu dan Sang-mi belum keluar juga dari kamar itu. Saat ia keluar, ia melangkahkan kakiku mendekatiku. Ia menjinjitkan kedua kakinya, mencoba mendekatkan bibirnya ke telingaku, lalu berbisik pelan. “Ryeo-wook oppa ingin menemuimu, Jung-soo sshi.” katanya. Aku tersentak. &#8216;<em>Ryeo-wook oppa? Oppa? Sebegitu cintanyakah Sang-mi pada Ryeo-wook sampai-sampai ia memanggilnya semesra itu?! Mereka bahkan baru bertemu kurang lebih satu jam satu jam yang lalu, kenapa Sang-mi sudah memanggilnya dengan embel-embel &#8216;oppa&#8217; ! Aaaarrrggh.</em>&#8216; batinku, kesal. Dan, aku baru ingat, mereka sudah saling mencintai sejak lama. Perasaan cinta itu pasti masih ada, masih terkumpul di relung hati Sang-mi yang terdalam, walaupun ia tak bisa mengingatnya. Aku mengangguk kikuk. “Baiklah, aku akan menemuinya.” Kulangkahkan kakiku mendekati ranjang Ryeo-wook. Ia tersenyum saat melihatku. “Perkenalkan namaku Kim Ryeo-wook. Salam kenal.” sapanya, lirih. Aku membungkukkan badanku sedikit. “Namaku Park Jung-soo. Salam kenal. Senang bertemu denganmu.” sapaku. “Kakakku sering bercerita tentang cafemu. Roti buatanmu enak sekali. Aku sangat menyukainya.” katanya.</p>
<p>Aku tersenyum. “Terimakasih atas pujiannya.” Sesaat, keheningan menyelimuti kami. “Terimakasih telah menjaga Sang-mi.” katanya, “Dan tolong, jagalah dia. Dia mencintaimu, Jung-soo sshi. Saat kami mengobrol tadi, tak henti-hentinya ia bercerita tentang dirimu. Yang ada di hatinya sekarang, bukan lagi aku. Tapi, dirimu, Jung-soo sshi. Jadi tolong, jagalah dia setelah aku pergi.” lanjutnya. Aku terhenyak. “Maksudmu apa, Ryeo-wook?” tanyaku. “Dia mencintaimu. Seo Sang-mi mencintaimu. Jadi, jagalah dia. Gantikan posisiku sebagai pelindungnya. Aku mohon.” jawabnya. Aku hanya terdiam selama beberapa saat. Perlahan sebaris senyum terlukis di wajahku. “Aku mengerti. Aku akan menjaganya sekuat tenaga. Aku akan berusaha membuatnya tersenyum dan tidak membuatnya menangis. Aku mencintainya.” balasku. Dia tersenyum mendengar pengakuanku. “Aku sudah tahu hal itu sejak pertama kali melihatmu memandangnya. Ah, aku lega sekali sekarang. Jung-soo sshi, tolong jaga Sang-mi ya.” Dan aku pun tersenyum.</p>
<p>^^</p>
<p>Seo Sang-mi&#8217;s POV</p>
<p>“Untuk apa Jung-soo sshi memanggilku malam-malam begini ke Heaven&#8217;s Smile?” gerutuku. Aku baru saja pulang dari rumah sakit untuk menjenguk Ryeo-wook oppa saat Jung-soo sshi menelponku dan menyuruhku untuk datang ke cafenya. Dari kejauhan kulihat Heaven&#8217;s Smile gelap, tak ada penerangan yang menerangi cafe itu. “Apakah Jung-soo sshi membohongiku?” tanyaku. Kupercepat langkahku lalu mencoba mengintip lewat jendela kaca di depan Heaven&#8217;s Smile. Tempat itu gelap sekali. Tiba-tiba pintu Heaven&#8217;s Smile terbuka dan kulihat seorang cowo menyembulkan wajahnya dari balik pintu. Wajah cowo itu manis sekali. <em>Name tag</em> bertuliskan Hee-chul melekat di bagian kiri vestnya. “Apakah Anda Seo Sang-mi sshi?” tanyanya. Suaranya lembut sekali. Aku mengangguk. “Masuklah. Jung-soo sshi telah menunggumu di dalam.” katanya. Saat aku mulai melangkahkan kakiku memasuki Heaven&#8217;s Smile, tiba-tiba tiap meja yang ada di Heaven&#8217;s Smile dihiasi nyala lilin berbentuk hati. Satu orang, dengan seragam kerja Heaven&#8217;s Smile, berdiri di tiap-tiap meja. Pasti mereka yang menyalakan lilin-lilin itu. Mereka semua tersenyum lebar saat melihatku. &#8216;<em>Ada apa ini?</em>&#8216; batinku. Kulihat ratusan tangkai mawar merah menghiasi tiap sudut Heaven&#8217;s Smile. Dibentuk menjadi bentuk hati. Jung-soo sshi menyembulkan wajahnya dari balik <em>grand piano</em> yang terletak di tengah-tengah Heaven&#8217;s Smile. Dia tersenyum lalu mulai memainkan tuts-tuts piano di hadapannya. Suaranya yang begitu merdu menggema di sekeliling Heaven&#8217;s Smile.</p>
<p>Love, oh baby my girl<br />
Geudan naui jeonbu neunbu shige areumdaun<br />
Naui shinbu shini jushin seonmul<br />
Haengbokhangayo geudaeui kkaman neuneseo nunmuri heureujyo<br />
Kkaman meori pappuri dwol ddaekkajido<br />
Naui sarang naui geudae saranghal deoseul na maengsehalgeyo</p>
<p><em>Love, oh baby my girl<br />
You are my everything<br />
My dazzlingly beautiful bride<br />
You are a gift from god<br />
We&#8217;ll be very happy, your black eyes well up with tears<br />
Even if your black memerizing hair turns white<br />
My love, you my love, I swear I love you</em></p>
<p>Geudaereul saranghandaneun malpyeongsaeng maeil haejigo shipeo<br />
<em>Saying I love you is what I want to do the most everyday in my life</em><br />
Would you marry me? Neol saranghago akkimyeo saragaro shipeo<br />
<em>Would you marry me? I want to love you, treasure you, and live with you</em><br />
Geudaga jami deul ddaemada nae pare haewojugo shipeo<br />
<em>I want you to lean on my shoulders each time you sleep</em><br />
Would you marry me? Ireon naui maeum heorakhaejurae?<br />
<em>Would you marry me? With this heart of mine, will you accept me?</em></p>
<p>Pyeongsaeng gyeote isseulge, I do<br />
Neol saranghaneun geol, I do<br />
<em>To accompany you for the whole lifetime, I do<br />
To love you, I do</em><br />
Neungwa biga wado akkyeojuyeonseo, I do<br />
Neoreul jikyeojulge, my love<br />
<em>Regardless of snow and rain, i will be there to protect you, I do<br />
Let me be the one to protect you, my love </em></p>
<p>Hayan deureseureul ipeun geudae teokshidoreul ipeun naui moseup<br />
Balgeoreumeul matchumteo geodneun uri jeo dalnimgwa byeore, I swear<br />
Geojitmal shilheo uishimshilheo<br />
Saranghaneun daui gongju, stay with me<br />
<em>You wearing the white bridal gown, me wearing the suit<br />
Both of us walking in sync towards the stars and moon, I swear<br />
No lies, no suspicion<br />
My dearest princess, stay with me </em></p>
<p>Uriga naireul meogeodo useumyeo saragago shipeo<br />
<em>Even if we are becoming older, we will smile and live on</em><br />
Would you marry me? Naui modeun nareul hamkke haejurae?<br />
<em>Would you marry me? Are you willing to live the rest of your life with me?<br />
</em><br />
Himdeulgo eoryeowodo, I do<br />
Neul daega isseulga, I do<br />
<em>No matter how weary and tired we are, I do</em><br />
<em>I will always be by your side, I do</em><br />
Uri hamkkehaneun malheun nal dongan, I do<br />
maeil gamsahalge, my love<br />
<em>The days when we will spend together, I do<br />
Everyday will my heart be thankful, my love</em></p>
<p>Orae jeonbuteo neoreul wihae junbuhan<br />
Nae sone bitnaneun banjireul badajwo<br />
<em>I have prepared this (ring) for you since a long time ago,<br />
Please take this shiny ring in my hand</em><br />
Oneulgwa gateun mameuro jigeumui yaksok gieohalge<br />
Would you marry me?<em><br />
Just like the mood today, remember the promise that we&#8217;re making now<br />
Would you marry me?</em></p>
<p>Pyeongsaeng gyeote isseulge, I do<br />
Neol saranghaneun geol, I do<br />
Neungwa biga wado akkyeojuyeonseo, I do<br />
Neoreul jikyeojulge, I do&#8230;<br />
<em>To accompany you for the whole lifetime,I do<br />
To love you, I do<br />
Regardless of snow and rain, I will be there to protect you, I do<br />
Let me be the one to protect you, I do&#8230;</em></p>
<p>Naega geudaeeoge deuril geoseun sarangbakke eopjyo<br />
Geujeo geuppuningeol bujalgeoseopjyo<br />
Seotureoboigo malhi bujokhaedo naui sarang<br />
Naui geudae jikyeojulgeyo<br />
Hangajiman yaksokhaejurae? Museunil isseodo<br />
Uri seoro saranghagido&#8230; geuppuniya<br />
<em>The only thing that I can give you is love<br />
Although it&#8217;s insignificant<br />
Even though there are areas which I lack<br />
I will protect the love between us, me and you<br />
Let&#8217;s make a promise, no matter what happens we will still be in love<br />
And even so&#8230;<br />
</em><br />
I do<br />
Neul daega isseulga, I do<br />
Uri hamkkehaneun malheun nal dongan, I do<br />
Maeil gamsahalge, my love<br />
<em>I do<br />
I will always be by your side, I do<br />
The days when we will spend together, I do<br />
Everyday will my heart be thankful, my love<br />
</em><br />
Nawa gyeolhanhaejurae? I do<br />
<em>Will you marry me? I do</em></p>
<p>Aku tak mempercayai pendengaranku. &#8216;<em>Jung-soo sshi melamarku?</em>&#8216; Kulihat Jung-soo sshi bangkit dari duduknya. Ia tersenyum lalu melangkahkan kakiku mendekatiku. Ia terlihat sangat tampan dalam balutan jas hitam. Tiba-tiba ia berlutut di hadapanku lalu menunjukkan sebuah kotak kecil yang berisikan sebuah cincin yang dihiasi ukiran yang sangat indah. “Nawa gyeolhanhaejurae?” tanyanya. Kurasakan mukaku bersemu merah karena malu. Jung-soo sshi masih berlutut di hadapanku, menunggu jawaban atas pertanyaan yang ia ajukan. “Maaf,” kataku. Memecah keheningan yang tercipta di antara kami. Kedua mata Jung-soo sshi membesar. Teriakan kekecawaan terdengar dari sekeliling cafe. “Maaf,” ulangku. Jung-soo sshi berdiri lalu tersenyum di hadapanku. Aku tahu, ia pasti kemaksakan bibirnya untuk tersenyum. “Tidak apa-apa.” katanya, pelan. Aku tak tahan lagi. “Maaf, tapi aku tak bisa mengatakan &#8216;tidak&#8217;. I do, Jung-soo sshi.” kataku. Ia tersontak kaget. Perlahan, wajahnya dihiasi sebuah senyuman. Ia menarikku dalam pelukannya. “Terimakasih, terimakasih, Sang-mi.” Dan aku pun tersenyum. “Terimakasih karena telah menyukaiku, Jung-soo op..oppa.” kataku. “Akhirnya kamu memanggilku dengan embel-embel &#8216;oppa&#8217;.” katanya. Dan kami berdua pun tersenyum. <em>You&#8217;re my soulmate, Jung-soo oppa. Now and forever, you&#8217;re my soulmate.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/1126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/1126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1126&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/14/1126/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/05/1113/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/05/1113/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 13:27:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/05/1113/</guid>
		<description><![CDATA[THE SUN Lee Hyuk-jae&#8217;s POV “Hei, Hyuk-jae!” aku menolehkan kepalaku ke arah sumber suara. Kulihat Lee-teuk sshi berdiri tak jauh dariku. Aku melangkahkan kakiku mendekatinya. “Ada apa, Lee-teuk sshi?” tanyaku. Kutinggikan volume suaraku, berusaha melawan suara musik yang bergema di sekeliling club ini. “Ada pelanggan untukmu. Dia sudah menunggumu di kamar nomer 9.” jawabnya, santai. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1113&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>THE SUN  	Lee Hyuk-jae&#8217;s POV  	“Hei, Hyuk-jae!” aku menolehkan kepalaku ke arah sumber suara. Kulihat Lee-teuk sshi berdiri tak jauh dariku. Aku melangkahkan kakiku mendekatinya. “Ada apa, Lee-teuk sshi?” tanyaku. Kutinggikan volume suaraku, berusaha melawan suara musik yang bergema di sekeliling club ini. “Ada pelanggan untukmu. Dia sudah menunggumu di kamar nomer 9.” jawabnya, santai. DEG! Kurasakan gelombang-gelombang ketakutan menjalar di sekujur tubuhku. Jantungku berdetak semakin cepat. &#8216;Akhirnya saat ini tiba juga.&#8217; batinku. “Sana! Aku tidak mau dia menunggu terlalu lama.” suruh Lee-teuk sshi. Ia membalikkan tubuhku lalu mendorongku menjauh darinya. Setiap langkah yang membawaku ke kamar itu semakin membuat detak jantungku berdebar tak karuan. Aku tak menyangka saat-saat yang sangat kutakuti ini datang secepat ini. Saat aku sampai di depan pintu, kulihat Sung-min hyung berlari mendekatiku. Ekspresi cemas terlukis sangat jelas di wajahnya. “Sudah ada, ya?” tanyanya. Aku mendengar nada khawatir dalam suaranya. Aku mengangguk lemas. “Kamu bisa mengatakan padanya kalau kamu tak mau melakukan hal itu.” ia mencoba memberi saran. “Tapi, kalau ia tetap mau melakukan hal itu? Lee-teuk sshi pasti akan marah sekali padaku kalau aku ketahuan membangkang.” kataku, lirih.  	Ia menggeleng keras. “Kalau perlu, kamu memohon padanya.” balasnya. Aku hanya terdiam. Tiba-tiba, Sung-min hyung mencengkram kedua lenganku. “Setiap manusia mempunyai banyak pilihan dalam hidupnya. Mereka bisa memilih mana pilihan yang terbaik menurut mereka. Sekarang semua tergantung padamu. Kamu mau mengorbankan masa depanmu untuk seseorang yang bahkan tak mengenalmu sama sekali. Ataukah kamu mau melawan dan memohon padanya agar ia tak melakukan hal kotor itu padamu.” katanya tegas. “Tapi,” “Sekarang kamu harus memilih, Hyuk.” ia memotong perkataanku. Kurasakan cengkramannya semakin keras. “Aku akan memohon padanya agar ia tak melakukan hal kotor itu padaku.” kataku, setelah berpikir beberapa saat. Sebaris senyuman terukir di wajah Sung-min hyung. Ia menepuk kepalaku pelan lalu mengacak-acak rambutku yang dihiglight merah. “Bagus! Sekarang cepat masuklah.” katanya sambil mendorong tubuhku. Aku mencoba untuk tersenyum. Tapi senyuman ini tetap tak bisa menghapus rasa khawatir dan takut yang semakin menggumpal, memenuhi rongga hatiku. “Doakan semoga aku berhasil, hyung.” kataku. Ia mengangkat tangannya. “Hwaiting!” balasnya. Aku tersenyum lagi. &#8216;Setelah aku membuka pintu ini, aku akan memohon pada orang itu agar ia tak melakukan hal kotor itu padaku. Ya, aku akan memohon padanya. Bila, ia menolak, aku akan terus memohon padanya.&#8217; batinku.  	Saat kubuka pintu, kulihat seorang cowo, kurasa umurnya masih sebaya denganku. Ia sedang duduk di sofa sambil mengutak-atik i-podnya. Saat ia mendengar langkah kakiku yang berjalan mendekatinya, ia mengangkat kepalanya. Di bawah terang lampu kamar ini, aku bisa melihat sepasang matanya, yang menyorotkan kesedihan. Kulitnya sangat pucat, bahkan lebih pucat dari warna kulitku. Bibirnya yang merah mengulum sebuah senyum dingin. Rambutnya yang berwarna coklat tanah, ia potong acak-acakkan. Ia meletakkan i-podnya di meja lalu bangkit dari duduknya. Kedua kakinya melangkah mendekatiku. Setiap langkahnya semakin membuat tubuhku berkeringat dingin. Saat ia berdiri di depanku, ia hanya sedikit lebih tinggi dariku, sebaris senyum simpul terukir di bibirnya. Aku bisa mencium aroma peppermint dan cinnamon dari tubuhnya. Ia mengelus pipiku lalu mendekatkan bibirnya ke telingaku. “Sekarang kamu milikku.” bisiknya pelan. Aku ingin berontak, aku ingin berteriak, aku ingin sekali kabur dari kamar ini, tapi tubuhku seolah tak mengiyakan. Aku hanya diam saat ia melakukan semua hal itu. Tiba-tiba ia berbalik, mengambil i-podnya di meja, lalu menarik pergelangan tanganku. Ia membuka pintu. Ia menarik tanganku sepanjang jalan.  	Kulihat Sung-min hyung berdiri di balik meja bar-nya sambil menatap syok ke arah kami berdua. “Aku akan mengembalikannya ke mari saat subuh nanti.” kata cowo itu saat kami berdua bertemu dengan Lee-teuk sshi di dekat pintu masuk. Lee-teuk sshi hanya menyeringai. Ia mendekatkan tubuhnya ke arahku. “Jangan sampai membuatnya kecewa.” katanya di telingaku. Tubuhku semakin lemas. Sekarang rasanya aku benar-benar ingin menangis. “Kamu dengar itu kan, Hyuk-jae. Jangan sampai membuatnya kecewa.” ulang Lee-teuk sshi. Aku memaksakan tubuhku untuk mengangguk. “Saya mengerti, Lee-teuk sshi.” kurasakan suaraku bergetar. Lee-teuk sshi tersenyum lalu menepuk kepalaku pelan. “Good Boy.” katanya. Cowo itu kembali menarik tanganku. Aku membungkukkan badanku sedikit pada Lee-teuk sshi sebelum kami berdua keluar dari club. Cowo itu memencet sebuah tombol kecil di kunci mobilnya. Dan sebuah cahaya berpendar dari sebuah mobil VW Beetle berwarna silver yang diparkir tak jauh dari club. Ia menarik tanganku mendekati mobilnya lalu mendorongku masuk. Bodohnya aku bahkan tak melawan. Aku hanya terdiam. Suaraku seakan-akan tercekat di tenggorokan. Sepanjang perjalanan, keheningan menyelimuti kami berdua. Cowo itu menutup kedua telinganya dengan headphone berwarna biru. Dan beberapa menit kemudian, mobil yang kami naiki melewati deretan apartemen mewah sebelum akhirnya masuk ke dalam basement  salah satu apartemen mewah itu. Cowo itu memarkirkan mobilnya lalu menggeser tubuhnya untuk melepaskan sabuk pengaman yang membelit tubuhku. “Keluarlah.” suruhnya. Dengan tangan yang gemetar, kubuka pintu mobil. Cowo itu sudah keluar duluan dan menungguku di depan mobilnya. 	Saat aku menghampirinya, tiba-tiba ia menarik tubuhku mendekat padanya. Ia menyatukan jemari tangannya ke tanganku. Kami berdua berjalan menuju lift sambil bergandengan tangan. Orang-orang yang berkumpul di depan lift memandang aneh ke kami berdua. Tentu saja mereka akan melakukan hal itu. Mereka semua pasti berpikir kalau aku dan cowo itu pasangan gay karena dengan terang-terangan bergandengan di tempat umum seperti ini. Tapi cowo itu tetap bersikap cuek, seolah-olah di depannya tak ada apa-apa. Aku lalu menundukkan kepalaku. “Tanganmu berkeringat. Tenanglah.” kata cowo itu tiba-tiba. Aku tersentak saat mendengar suaranya. Aku mencoba membuat tubuhku tetap tenang, seperti yang dikatakannya. Tapi setiap kali membayangkan ia akan menggerayangi tubuhku dengan tangan dan tubuhnya membuat perasaanku makin tak menentu. Aku takut. Dan beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka. Ia menarik tubuhnya, berusaha menggeser orang-orang yang berkumpul di depan. Kami berdua berdiri di belakang. Dan saat lampu lift menunjukkan lantai 89, ia menarikku keluar. Jantungku berdebar semakin kencang. Aku semakin takut. Ia menggesek sebuah kartu di sebuah pintu bernomer 415. Saat pintu sudah terbuka, ia menyuruhku masuk. Interior kamar apartemen ini benar-benar indah. Sebagian besar furniturnya didominasi warna putih dan baby blue. “Kamu terpesona?” tiba-tiba ia bertanya. Aku menolehkan kepalaku ke arahnya lalu mengangguk pelan. Ia tersenyum lalu melangkahkan kakinya menuju pantry. “Duduklah di manapun kamu suka.” suruhnya sambil membuka pintu kulkas. Aku mendudukkan diriku di sebuah sofa di dekat pantry. Kedua tanganku berkeringat dingin. Tiba-tiba Hpku berdering. Buru-buru kuambil Hpku yang tersimpan di dalam saku jaketku. “Halo.” kataku. “Hyuk-jae, apa yang kamu lakukan, hah?! Tadi kamu bilang kamu akan memohon padanya supaya ia tak melakukan hal kotor itu padamu, tapi kenapa kamu malah ikut dengannya?” teriak Sung-min hyung. Kulihat cowo itu berdiri di depanku. Kedua tangannya memegang dua kaleng minuman soda. Ia memandang ke arahku sebelum akhirnya mendudukkan dirinya di sebelahku. “Aku akan mencoba berbicara dengannya.” kataku lalu memutuskan hubungan telepon. Kumasukkan Hpku kembali ke saku jaket. 	“Dari temanmu?” tanya cowo itu sambil membuka pengait salah satu kaleng minuman soda itu. Aku mengangguk pelan. Tiba-tiba, ia menolehkan kepalanya lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Bisa kurasakan hembusan nafasnya di wajahku. “Ka..kamu. .ma. .mau..aa..apa?” tanyaku terputus-putus. Jantungku berdebar semakin kencang. Air mata kembali menggenang di kedua pelupuk mataku. Ia semakin mendekatkan wajahnya. Bibir kami berdua hanya terpisah beberapa mili. Dan pertahananku pun runtuh. Aku menangis di depannya. Air mata mengalir turun, membasahi kedua pipiku. “Aku mohon jangan lakukan hal itu padaku.” kataku, di sela-sela tangisanku. Ia tersenyum. “Kamu tak perlu takut padaku. Aku tak akan melakukan hal sekotor itu padamu. Lagipula aku cowo normal. Kamu bukan tipeku.” katanya lalu menghapus air mata yang mengalir di pipiku dengan ibu jarinya. “Eh?” Aku mengerutkan keningku. Aku makin tak mengerti dengan sikapnya. “Aku bukan seorang gay.” ia menjelaskan. “Aku membayarmu malam ini untuk menemaniku mengobrol. Kamu mau, kan?” tanyanya. Kuhapus sisa air mataku. “Maksudmu apa?” aku balas bertanya. Ia tersenyum lagi. “Aku ingin mengobrol dengan seseorang yang tak mengenalku. Aku ingin mengobrol dengan seseorang yang tak akan menjilatku hanya karena aku adalah putra Lee Hyun-dae. Aku ingin mengobrol dengan santai, tanpa beban.” jawabnya. &#8216;Lee Hyun-dae? Aku pernah mendengar nama itu. Beliau adalah pemilik Bada Corp, perusahaan kontruksi terbesar di Asia. Jadi cowo ini putra Beliau?&#8217; batinku, tak percaya. “Perkenalkan. Namaku Lee Dong-hae. Siapa namamu?” tanya cowo itu. “Lee Hyuk-jae.” jawabku. “Jadi, kamu membayarku malam ini bukan untuk melakukan one night stand denganmu?” lanjutku. Ia tertawa geli. “Tentu saja tidak. Aku masih menyukai wanita.” ia berkata. “Jadi, Hyuk-jae sshi, maukah kamu menemaniku mengobrol malam ini?” tanyanya lagi. &#8216;Tuhan, untunglah. Huff, kukira malam ini aku tidak sesial itu. Kurasa dia bukan pribadi yang buruk.&#8217; batinku. Aku menganggukkan kepalaku. “Sekarang ceritanya dimulai darimu. Kenapa kamu bisa bekerja di club gay seperti itu? Orang tuamu tak marah padamu kalau mereka tahu kamu bekerja di sana?” tanyanya. Pertanyaannya kembali membuka kotak penuh kenangan pahit yang terkubur di hatiku. “Aku..”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/1113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/1113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1113&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2010/02/05/1113/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Precious Roommate Fanfic</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/09/26/my-precious-roommate-fanfic/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/09/26/my-precious-roommate-fanfic/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 06:08:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[.my FaV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=1060</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Aku harus sekamar dengannya? Magnae itu? Kenapa harus aku? Kenapa tidak Eeteuk hyung saja yang sekamar dengannya?&#8221; Aku masih kokoh dengan pendirianku. &#8216; Magnae itu? Siapa namanya? Cho. .Cho. .Ah iya, Cho Kyuhyun. Cowo pendiam tidak jelas itu harus sekamar denganku? Yang benar saja.&#8217; Eeteuk hyung mendekatiku. Tatapan mata innocentnya memohon padaku supaya aku berubah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1060&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Aku harus sekamar dengannya? Magnae itu? Kenapa harus aku? Kenapa tidak Eeteuk hyung saja yang sekamar dengannya?&#8221; Aku masih kokoh dengan pendirianku. &#8216; Magnae itu? Siapa namanya? Cho. .Cho. .Ah iya, Cho Kyuhyun. Cowo pendiam tidak jelas itu harus sekamar denganku? Yang benar saja.&#8217; Eeteuk hyung mendekatiku. Tatapan mata innocentnya memohon padaku supaya aku berubah pikiran. Tapi maaf saja, kali ini cara itu tidak berhasil. &#8220;Sungminnie, ayolah. Apa salahnya berbagi kamar dengannya? Dia anak yang baik, kamu pasti betah bersamanya. Lagipula kasihan dia. Selama dia selalu tidur di tenda kecilnya di lantai asrama kami. Kamarmu kan besar, muat kan untuk satu tempat tidur lagi. Kamarku sudah penuh. Shindong, kamarnya kan kecil. Kasihan kalau dia disuruh berbagi. Heechul apalagi. Dia kalau tidur kan berisik. Kasihan Kyuhyun ah nanti. Ayolah. Mau ya? Please. Please.&#8221; Akhirnya pendirianku pun runtuh. Aku menganggukkan kepalaku. &#8221; Tapi, bila aku tidak nyaman bersamanya, dia harus tidur bersama hyung. Lalu aku yang bersama Donghae. Bagaimana?&#8221; Eeteuk hyung tersenyum lalu mengedipkan matanya. &#8220;Ok.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mohon bantuannya, hyung.&#8221; Kyuhyun tersenyum lalu membungkukkan badannya. Aku juga tersenyum. Tersenyum kikuk lebih tepatnya. Tak kusangka cowok ini tinggi juga. Lebih tinggi dariku. Huft, magnae tak seharusnya lebih tinggi dari hyungnya. Kalau mau jujur, aku memang tidak dekat dengan cowo ini. Dia pendiam, sama sepertiku. Jadi, aku jarang berbicara dengannya. Selama ini, dia tinggal di lantai atas. Karena tak punya tempat tidur, ia terpaksa tidur di tenda kecil birunya yang bergambar awan. Aku kejam juga ya. Aku tidur di kamar sebesar ini, full AC, dengan tempat tidur empuk sementara dia harus tidur di tenda sempitnya itu. &#8220;Ini tempat tidurmu. Posisinya masih aneh, karena baru saja dimasukkan. Nanti kubantu kamu membereskannya.&#8221; Aku menunjuk tempat tidur yang terletak persis di depanku. Aku yang membelinya kemarin sore. Aku tidak tahu selera dia bagaimana, jadi kesamakan dengan punyaku. Selimutnya juga sama persis dengan punyaku, bedanya punyaku berwarna pink &#8211; warna kesukaanku &#8211; sementara dia berwarna biru. Semoga saja dia suka, sebab kalau tidak, siap-siap saja kembali ke tenda birunya itu.</p>
<p>&#8220;Terimakasih, hyung. Oia, terimakasih juga karena mengizinkanku tidur di sini.&#8221; dia tersenyum lagi. Oh, tidak. Aku benar-benar merasa berdosa sekali sekarang. &#8220;Maaf. Tak seharusnya selama ini kamu tidur di tendamu itu. Harusnya sejak dulu, kamu pindah ke sini. Kamar ini cukup luas untuk 2 orang. Maaf.&#8221; Dan, yang membuatku makin merasa bersalah adalah dia sama sekali tidak marah gara-gara sikap konyolku yang baru rela membagi kamarku ini setelah 3 bulan lebih kami semua pindah ke apartemen ini. Dia meletakkan tasnya di ranjang.&#8221;Biru. Warna kesukaanku.&#8221; Dia menatapku lalu tersenyum, &#8220;Terimakasih.&#8221; Oh, Tuhan. Kenapa Kau mengirimkan cowo sebaik ini ke bumi?? Aku tersenyum kikuk, &#8220;Sama-sama. Oh iya, panggil saja aku Minnie. Umur kita tidak terpaut terlalu jauh kan. Aku tidak terlalu suka dipanggil &#8216;hyung&#8217;.&#8221; Aku lalu duduk di kursi dekat tempat tidurnya. Kupandangi cowo ini baik-baik. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya ikal berwarna coklat. Huh, dari dulu aku ingin sekali punya rambut seperti itu, tapi kata penata rambutnya wajahku aneh dengan rambut seperti itu. Dia kurus sekali ya. Apa gara-gara harus tidur di tenda kecil itu, dia sering sakit sampai sekurus ini? &#8220;Hyung lapar? Maaf, aku tidak bisa dimakan, hyung. Mau kubuatkan makanan?&#8221; Kyuhyun bangkit dari duduknya. &#8216;Dia sadar kalau diperhatikan ya.&#8217; &#8220;Ah, tidak.Tidak. Aku tidak lapar.&#8221; Aku mencoba tersenyum. Oh, malunya. Aku lalu buru-buru bangun dari kursi, tapi dasar sial, aku tidak memperhatikan pintu di depanku. Keningku dengan sempurnanya menabrak pintu. &#8220;Aduuuhhh!&#8221; aku memegang keningku. &#8220;Hyung!&#8221; Kyuhyun mendekatiku.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/1060/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/1060/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1060&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/09/26/my-precious-roommate-fanfic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love and Ice Cream Fanfic</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/09/26/love-and-ice-cream-fanfic/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/09/26/love-and-ice-cream-fanfic/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Sep 2009 05:00:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[.my FaV]]></category>
		<category><![CDATA[Eeteuk]]></category>
		<category><![CDATA[Eunhae]]></category>
		<category><![CDATA[Fanfiction]]></category>
		<category><![CDATA[Hee Chul]]></category>
		<category><![CDATA[Kangin]]></category>
		<category><![CDATA[kibum]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kyumin]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Teuk]]></category>
		<category><![CDATA[Shindong]]></category>
		<category><![CDATA[Sihanchul]]></category>
		<category><![CDATA[SJ]]></category>
		<category><![CDATA[Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[super junior]]></category>
		<category><![CDATA[Yewook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=1057</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kami harus mengambil tindakan tegas dalam masalah ini. Semua kontrak kerjamu akan kami tarik sementara waktu. Dalam rentang waktu itu, renungkan kesalahanmu. Berani berbuat berarti kamu juga berani mempertanggungjawabkannya.&#8220; Kata-kata bos terus terngiang di telingaku. Terus berputar-putar di kepalaku. Aku menarik gelas berisi jus jeruk yang terletak di depanku lalu mulai meminumnya. &#8216;Mungkin aku harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1057&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;<em>Kami harus mengambil tindakan tegas dalam masalah ini. Semua kontrak kerjamu akan kami tarik sementara waktu. Dalam rentang waktu itu, renungkan kesalahanmu. Berani berbuat berarti kamu juga berani mempertanggungjawabkannya.</em>&#8220;</p>
<p>Kata-kata bos terus terngiang di telingaku. Terus berputar-putar di kepalaku. Aku menarik gelas berisi jus jeruk yang terletak di depanku lalu mulai meminumnya. &#8216;<em>Mungkin aku harus pergi ke asrama. Saat ini semua orang pasti sedang pergi bekerja. Asrama yang kosong adalah tempat yang paling tepat untuk menenangkan diri. Ya. Menenangkan diri. Aku benar-benar butuh hal itu sekarang.</em>&#8216; Aku bangun dari kursi lalu pergi ke kasir. Wanita yang menjaga kasir itu menatapku jengah. Apa dia salah satu antis? &#8216;<em>Huff. Aku benar-benar menyesal sekarang.</em>&#8216; Aku melangkah keluar dari kafe kopi favoritku, tempat pertama yang kudatangi bila aku sedang stres dengan masalah-masalah yang menimpaku. Tapi hari ini, kurasa aku salah mendatangi tempat itu.</p>
<p>Aku membuka pintu asrama di lantai 12 ini. Beruntung resepsionis tadi mau memberikan kunci duplikatnya. Bahkan dia menyemangatiku supaya tidak terlarut dalam kesedihan terus menerus. Hm, Nice ELF. Kurasa hari ini aku tidak sesial itu. Asrama itu sepi. Aku pergi berkeliling. Di kulkas tertempel berbagai post-it resep-resep makanan. Shin-dong benar-benar ingin membuka restoran rupanya. Di dinding, terpasang banyak foto-foto Super Junior. Ada Eunhae Couple dengan akuarium ikan emas mereka. Kyumin yang belepotan tepung, rambut serta baju mereka berdua kotor dan berantakan tapi dengan senyum lebar membawa ginger cake buatan mereka. Muka penuh coretan Yewook yang sedang tidur. Sihanchul dengan hewan peliharaan masing-masing. Kibum yang sedang main biola. Juga Kangteuk yang sedang mencoba piyama bergambar sepasang beruang, hasil pemberian ELF. Eeteuk hyung tersenyum di foto itu, menggandeng tanganku yang juga tersenyum bahagia. Saat-saat yang menyenangkan.</p>
<p>&#8221; Kangin ah? &#8221; Aku menoleh ke arah sumber suara. Kulihat Eeteuk hyung berdiri di belakangku. Rambutnya berantakan, mungkin dia baru bangun tidur, pikirku. &#8221; Hyung? Kamu tidak pergi bekerja?&#8221; aku mendekatinya sambil membawa segelas air putih. Dia tersenyum lalu meminum air itu sampai habis. &#8221; Acaraku habis masa tayangnya, kau lupa? Siang ini aku bebas. Kenapa tidak menelpon kalau mau datang ke sini? Kupikir tadi kau maling. &#8221; Eeteuk tertawa. &#8220;Hyung. .&#8221; Dia menoleh, &#8220;Apa?&#8221; &#8220;Aku ingin curhat padamu, boleh?&#8221; Eeteuk hyung adalah orang yang paling tepat untuk menemaniku sekarang. Dia pendengar yang baik. Dia juga punya jutaan nasihat yang bijak. Ya, dia memang dia orang yang paling kubutuhkan saat ini. Dia mengacak-acak rambutku sambil tertawa geli. &#8221; Tentu saja. Tunggu aku di ruang santai !&#8221; Dia lalu pergi ke dapur. Aku berjalan ke ruang santai lalu duduk di sofa. Tak lama kemudian, Eeteuk hyung datang sambil membawa dua kotak eskrim dan sepasang sendok. &#8221; Kamu suka es krim coklat kan. Untung di kulkas masih ada. Ini akan membuatmu lebih baik.&#8221; katanya lalu duduk di sampingku.</p>
<p>Aku menatap Eeteuk hyung dalam-dalam lalu tanpa terasa air mataku jatuh. Kucurahkan semua sakit yang menghimpit dadaku belakangan ini bersama air mata ini. Eeteuk hyung mengulurkan tangannya lalu mengelus-elus kepalaku. Dulu aku sangat benci bila Eeteuk hyung melakukan hal itu. Tiap kali Eeteuk hyung mengelus kepalaku, aku merasa seperti anak kecil yang lemah dan aku sangat benci itu. Tapi sekarang, aku benar-benar suka pada cara Eeteuk hyung mengelus kepalaku. Dia tak hanya seorang leader di mataku, tapi juga seorang ibu. Ibu Super Junior yang tak segan menolong &#8216;anak-anak&#8217; nya yang sedang susah. &#8220;Aku sedih, aku menyesal, saat ini aku merasa seperti orang paling gagal sedunia. Hanya karena tak bisa mengontrol emosiku, semuanya lenyap. Miracle, aku ingin sekali bergabung dengan hyung dan yang lainnya. Tapi, kini, hal itu tak mungkin, kan. &#8221; Eeteuk tersenyum &#8220;Tidak ada kau studio terasa lebih lapang. Lebih besar.&#8221; &#8220;Jadi selama ini hyung pikir kehadiranku di Miracle tak berguna? Aku memang bodoh. Kemampuan MC ku masih jauh, sangat jauh di bawah hyung. Kupikir dengan datang ke sini, aku bisa lebih baik. Tapi, ternyata, aku hanya bertemu dengan orang sok tahu yang menganggapku tak berguna. &#8221; Nada suaraku meninggi. Aku bangun dari dudukku lalu pergi menuju pintu. Tak kuhiraukan Eeteuk hyung yang berusaha menghalangiku pergi. &#8216;<em>Dasar bodoh kamu, Young-woon!!! Buat apa meminta nasihat orang seperti dia? </em>&#8216; sisi jahatku berbicara. Aku bergegas pergi dari asrama, kupacu mobilku dengan kecepatan tinggi. &#8216; <em>Sekarang aku hanya ingin pulang. .</em>&#8216;</p>
<p>&#8220;Aku pulang.&#8221; Aku melepas sepatuku. &#8220;Omo, akhirnya kamu pulang juga. Dari tadi Ibu hubungi tidak bisa-bisa.&#8221; Aku memandang Ibuku heran. Dari kemarin, HP ku memang kumatikan. Aku bosan mendengar suara penelpon misterius yang selalu menjelek-jelekkan diriku setelah insiden pemukulan itu merebak luas. &#8221; Tadi Jungso ke sini. Tapi, karena kamu tak ada, dia hanya menitipkan ini.&#8221; Ibu menyerahkan sebuah surat. Aku menerimanya dengan jutaan pertanyaan berputar di otakku. &#8216;<em>Mau apa Eeteuk hyung ke sini?</em> &#8216; Aku membuka amplop surat itu, lalu mulai membaca isinya.</p>
<p><em>Young-woon ah, sebenarnya dari kemarin aku ingin bertemu denganmu, tapi HP mu selalu tak bisa kuhubungi. Tiap kucari ke rumah, kamu tak pernah ada. Jadi, aku menitipkan surat ini. Hehehe. Aku hanya ingin bilang padamu, kamu bukan orang gagal. Saat ini adalah saat yang paling tepat untukmu mendewasakan diri. Introspeksi diri. Aku tidak menyalahkanmu karena insiden itu. Aku tahu kamu punya alasan melakukannya. Selama ini selalu aku yang menangis di depanmu, selalu aku yang meminta pertolonganmu, tapi sekarang biarkan aku yang gantian menjagamu. Jangan sungkan-sungkan menangis di depanku, aku tidak akan mengejekmu anak kecil kok. Maaf, kalau selama ini aku bersikap seperti hyung dan leader yang lemah di hadapanmu. Aku menyanyangimu. .</em></p>
<p>Aku buru-buru keluar, ku pacu mobilku kembali ke asrama, berharap Eeteuk masih ada di sana. Aku mengetuk pintu asrama dengan tak sabar dan begitu pintunya dibuka, langsung kupeluk Eeteuk hyung erat-erat. Kulihat mata Eeteuk hyung sembab. &#8221; Maaf. Aku benar-benar minta maaf. Bukan itu maksudku. Tadi aku hanya bercanda. Maaf.&#8221; Kurasakan kemejaku basah. Oh, tidak. Dia menangis. &#8221; Harusnya aku yang minta maaf. Dengan seenaknya menuduh hyung seperti itu. Maaf. Aku sudah baca surat hyung. Isinya bagus sekali. Aku jadi bersemangat kembali, hyung.&#8221; Aku tersenyum. Eeteuk hyung masih terisak-isak. Matanya merah dan hidungnya mengeluarkan ingus. Kuambil sapu tangan dari saku celanaku lalu mengusap hidungnya sambil tertawa geli. &#8220;Mau makan es krim? Aku rasa itu akan membuatmu lebih baik, hyung.&#8221; Eeteuk hyung tersenyum lalu menganggukkan kepalanya. &#8216;<em>Aku benar-benar merasa beruntung sekarang. Terimakasih, hyung. .</em>&#8216;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/1057/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/1057/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=1057&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/09/26/love-and-ice-cream-fanfic/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUJU. .Saranghae =D</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/08/15/suju-saranghae-d/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/08/15/suju-saranghae-d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2009 11:56:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[.my FaV]]></category>
		<category><![CDATA[super junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/2009/08/15/suju-saranghae-d/</guid>
		<description><![CDATA[What will Super Junior member say to you? by Rena_Jaejoong Full Name Birthday [MM/DD/YYYY] Nationality Leeteuk says&#8230;. You are the one ~* [Ha sang You Are The One) Heechul says.... We are....Super Junior!!!!! Hangyung says.... Don't bother me Yesung says.... Oh!! ma gods!! Shindong says.... Gotta make you mine Kangin says.... Shut up!! Sungmin says.... [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=952&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<table style="border:1px solid #000000;border-collapse:collapse;font-size:10pt;width:500px;" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="background-color:0;color:FFFFFF;text-align:center;font-weight:bold;font-size:12pt;" colspan="2">What will Super Junior member say to you? by Rena_Jaejoong</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Full Name</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Birthday [MM/DD/YYYY]</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Nationality</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Leeteuk says&#8230;.</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">You are the one ~* [Ha sang You Are The One)</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Heechul says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">We are....Super Junior!!!!!</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Hangyung says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Don't bother me</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Yesung says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Oh!! ma gods!!</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Shindong says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Gotta make you mine</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Kangin says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Shut up!!</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Sungmin says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Let's party!</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Eunhyuk says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Who are you??</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Donghae says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Let me love you</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Siwon says....</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">So I pray for you ~* [He sang So I]</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Kibum says&#8230;.</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">I love you more than everything in this world</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Ryeowook says&#8230;.</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Show me your love~* (He sang show me your love]</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Kyuhyun says&#8230;.</td>
<td style="background-color:FFFFFF;border:1px solid black;color:000000;padding:2px;">Whatever I do it’s all for you</td>
</tr>
<tr>
<td style="background-color:0;text-align:center;padding:4px;" colspan="2"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/952/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/952/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=952&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/08/15/suju-saranghae-d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Summer &#8211; Fanfiction</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/24/the-summer-fanfiction/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/24/the-summer-fanfiction/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Jun 2009 07:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[dRama..dRma. .oH dRaMa]]></category>
		<category><![CDATA[Girl's Generation]]></category>
		<category><![CDATA[Kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kyumin]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[SJ]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[suju]]></category>
		<category><![CDATA[Summer]]></category>
		<category><![CDATA[Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[super junior]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=803</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, di bawah teriknya matahari musim panas, ia meninggalkanku. . Dan sekarang, di bawah terikny matahari musim panas, ia mengatakan ia mencintaiku. . Lee Hye-sung &#38; Park Ji-soon adalah sahabat karib sejak kecil. Ji-soon yang usil, bandel, cuek, dan hiperaktif sangat bertolak belakang dengan Hye-sung yang lembut dan sensitif. Sampai suatu hari, Ji-soon dan keluarganya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=803&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Dulu, di bawah teriknya matahari musim panas, ia meninggalkanku. . </em></p>
<p><em>Dan sekarang, di bawah terikny matahari musim panas, ia mengatakan ia mencintaiku. .</em></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-805" title="signrg" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/signrg.gif?w=510" alt="signrg"   /></p>
<p>Lee Hye-sung &amp; Park Ji-soon adalah sahabat karib sejak kecil. Ji-soon yang usil, bandel, cuek, dan hiperaktif sangat bertolak belakang dengan Hye-sung yang lembut dan sensitif. Sampai suatu hari, Ji-soon dan keluarganya menghilang entah kemana. 9 tahun kemudian, saat Hye-sung berusia 17 tahun, kelasny kedatangan 2 orang murid baru dari Jepang. Nama mereka Park Ji-soon dan Haruka Ohda. Hye-sung yakin murid pindahan itu adalah Park Ji-soon yang dikenalny dulu. Tapi, sifat dingin Ji-soon yang menganggap Hye-sung &#8216;kuman yang harus dihindari&#8217; hampir membuat Hye-sung menyerah untuk membuktikan prediksinya. Sampai suatu hari, kenangan masa lalu Ji-soon terungkap. Alasan kepergiannya dan rasa cinta terpendamny pada Hye-sung. Rasa cinta yang harusnya tak pernah ada. Dan mau tak mau, Hye-sung harus terperangkap dalam cinta segitiga antara dirinya, Ji-soon, dan Haruka &#8211; yang ternyata dari dulu sudah menyimpan rasa untuk Ji-soon. .</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-806" title="[meaz]headv.2" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/meazheadv-21.jpg?w=510" alt="[meaz]headv.2"   /></p>
<p>Cast &amp; Characters :</p>
<p>Lee Hye-sung (Sung-min SUJU)</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-812" title="1160245895166389_file" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/1160245895166389_file.jpg?w=510" alt="1160245895166389_file"   /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-813" title="Sung Min 32" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/sung-min-32.jpg?w=510&#038;h=381" alt="Sung Min 32" width="510" height="381" /></p>
<p>Cowo satu ini sangat ramah dan super duper baik hati. Ia tak sungkan membantu siapapun yang membutuhkan bantuan, walaupun itu adalah orang yang membencinya. Ia juga tak akan pernah membalas perlakuan teman-temannya yang selalu mengejek Hye-sung &#8216;banci&#8217; karena wajahnya yang cenderung cantik dan tubuhnya yang kurus &#8211; ngga berisi (sama sekali ngga macho). Hye-sung adalah tipikal orang yang sangat amat polos dan naif. Tapi, temannya sangat banyak &#8211; tak peduli cowo ataupun cewe. Ia sangat suka tidur. Hye-sung bisa tidur dimanapun dan kapanpun dia suka. Itulah kenapa teman-temannya menjuluki Hye-sung &#8216;<em>Sleeping Beauty</em>&#8216; karena -menurut teman-temannya &#8211; ia terlihat sangat imut dan <em>cute</em> saat ia tidur. Hye-sung sangat sedih saat Ji-soon tiba-tiba menghilang entah kemana tanpa meninggalkan pesan apa-apa untuknya. Saat melihat keakraban Ji-soon dan Haruka, murid pindahan di kelasnya, ia cemburu karena ia iri dengan persahabatan yang dijalin mereka berdua. Ia sempat shock dan tak menyangka sama sekali saat Ji-soon menyatakan perasaan sukany pada dirinya. Ia tak pernah mengira cowo badung yang dulu selalu bermain dengannya itu menyimpan perasaan yang lain untuknya. Hye-sung lalu menolak Ji-soon dan sempat tak berbicara dengan cowo itu -bahkan menghindarinya- selama 2 minggu, tapi lama-kelamaan Hye-sung merasakan ada yang aneh pada dirinya saat ia melihat Ji-soon akrab dengan Haruka. Ia tak suka melihat keakraban mereka berdua. Ia tak suka melihat Ji-soon yang tertawa lepas bersama Haruka. Apakah ini yang dinamakan cinta?</p>
<p>Park Ji-soon (Kyu-hyun SUJU)</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-811" title="kyuhyun13it6" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/kyuhyun13it6.png?w=510" alt="kyuhyun13it6"   /></p>
<p>Cowo ini sangat dingin sehingga tak mempunyai banyak teman. Ia juga jarang bicara &#8211; terkadang yang keluar dari mulutnya hanya &#8216;ya&#8217;, &#8216;tidak&#8217;, atau &#8216;tidak tahu&#8217;. Tapi, karena penampilannya yang menarik &#8211; tinggi 180 cm, wajah tampan dan <em>cute</em> &#8211; membuat banyak murid cewe tertarik padanya. Apalagi didukung dengan kepribadiannya yang misterius yang semakin membuat banyak cewe penasaran dan mengejar-ngejar dirinya. Saat umur 8 tahun, ia meninggalkan Korea dan tinggal bersama orang tuanya yang dipindahtugaskan ke Jepang. Diam-diam, sejak dulu Ji-soon menyukai Hye-sung, lebih dari rasa sukanya sebagai seorang sahabat. Karena perasaannya itulah, saat ia terpaksa harus pergi ke Jepang, ia tak meninggalkan pesan apa-apa untuk Hye-sung, dan berharap cowo itu bisa melupakan dirinya. Tapi, walau 9 tahun telah berlalu, perasaan cinta itu masih ada, dan saat orang tuanya harus kembali tinggal di Korea, Ji-soon harus melawan perasaan cintanya itu dan bertingkah seenaknya sendiri, cuek, dingin, ketus, dan angkuh supaya Hye-sung bisa melupakan Ji-soon yang dulu pernah dianggap sahabat baginy. Ji-soon akrab dengan Haruka, teman pertamanya saat tiba di Jepang.</p>
<p>Haruka Ohda (Yuri SNSD)</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-814" title="yuri500" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/yuri500.jpg?w=510" alt="yuri500"   /></p>
<p>Cewe ini sangat menyukai <em>sport</em> dan tantangan. Haruka adalah putri tunggal seorang pebisnis cake. Orang tuanya membuka toko kue dengan banyak cabang di Jepang yang bernama &#8220;Heaven&#8217;s Bakery&#8221; . Ia adalah sahabat terdekat Ji-soon. Saat Ji-soon harus kembali ke Korea, ia memaksa kedua orang tuanya untuk mengizinkanny pindah juga. Ia menyukai Ji-soon sejak pertama kali ia bertemu dengan cowo itu. Ia juga pernah menyatakan perasaannya, tapi ia ditolak karena Ji-soon telah menyukai orang lain. Haruka yang amat penasaran dengan orang yang disukai oleh Ji-soon terus-menerus bertanya tentang identitas orang itu pada Ji-soon. Tapi, Ji-soon terus mengelak dan tak pernah mau mengatakan identitas orang itu. Dan saat hari pertama ia bersekolah di Korea, ia tahu siapa orang yang disukai Ji-soon selama ini. Orang yang tak pernah lepas dari pandangan Ji-soon. Awalnya ia kaget dan shock karena ia tak pernah menyangka ia harus mengalah dan merelakan Ji-soon untuk seorang cowo, Hye-sung.</p>
<p>.Theme Song : Please Tell Me Why &#8211; Freestyle</p>
<p>Some Pics :</p>
<p><span style="color:#00ccff;">http://img27.imageshack.us/i/10asia1.jpg/</span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-815" title="0401roadshowkh1" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0401roadshowkh1.jpg?w=510&#038;h=382" alt="0401roadshowkh1" width="510" height="382" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-816" title="0562009052101" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0562009052101.jpg?w=510" alt="0562009052101"   /></p>
<p>More Pics :</p>
<p><span style="color:#ff99cc;">http://luthear.livejournal.com/</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/803/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/803/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=803&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/24/the-summer-fanfiction/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/signrg.gif" medium="image">
			<media:title type="html">signrg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/meazheadv-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">[meaz]headv.2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/1160245895166389_file.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">1160245895166389_file</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/sung-min-32.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Sung Min 32</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/kyuhyun13it6.png" medium="image">
			<media:title type="html">kyuhyun13it6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/yuri500.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">yuri500</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0401roadshowkh1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0401roadshowkh1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0562009052101.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0562009052101</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>F4 Versi China??!! Hah, mank adda??</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/10/f4-versi-china-hah-mank-adda/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/10/f4-versi-china-hah-mank-adda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 04:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[dRama..dRma. .oH dRaMa]]></category>
		<category><![CDATA[boys before flower]]></category>
		<category><![CDATA[boys over flower]]></category>
		<category><![CDATA[F4]]></category>
		<category><![CDATA[F4 China]]></category>
		<category><![CDATA[Han Kyung]]></category>
		<category><![CDATA[hana yori dango]]></category>
		<category><![CDATA[meteor garden]]></category>
		<category><![CDATA[suju]]></category>
		<category><![CDATA[super junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=764</guid>
		<description><![CDATA[Yup, China akhirnya bakal buwad versi keempat dari manga HYD yang booming banged ittu. Awalnya, Han Kyung SUJU dikasting buwad jadi salah anggota F4. Tapi, gag jadi karena Han Kyung harus konsen ke pembuatan album ketiga SUJU, Sorry, Sorry. Nah, akhirnya China harus mengkasting 4 pemain baru buwad main di drama yang judulny &#8221; Meteor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=764&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yup, China akhirnya bakal buwad versi keempat dari manga HYD yang booming banged ittu. Awalnya, Han Kyung SUJU dikasting buwad jadi salah anggota F4. Tapi, gag jadi karena Han Kyung harus konsen ke pembuatan album ketiga SUJU, <em>Sorry, Sorry</em>. Nah, akhirnya China harus mengkasting 4 pemain baru buwad main di drama yang judulny &#8221; Meteor Rain &#8221; ini. Katanya sih, jalan ceritanya bakal diubah dikit. Ya udah, kita tunggu jja. Apa bakal booming kyak 3 kakak&#8221; ny?? Meteor Garden/Taiwan, Boys Over Flower (HYD)/Jepang, ma Boys Before Flowers/Korsel</p>
<p><span style="color:#99cc00;">The Chinese F4&#8242;s Pic:</span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-765" title="0003sbfw" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0003sbfw.jpg?w=510&#038;h=765" alt="0003sbfw" width="510" height="765" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-766" title="0003t4gp" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0003t4gp.jpg?w=510" alt="0003t4gp"   /></p>
<p><span style="color:#ffcc00;">More nEws aBout The Chinese F4 : </span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">http://community.livejournal.com/ohnotheydidnt/31905872.html</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/764/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/764/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=764&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/10/f4-versi-china-hah-mank-adda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0003sbfw.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0003sbfw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/0003t4gp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">0003t4gp</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Pursuit Of Love &amp; My Girl</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/06/the-pursuit-of-love-my-girl/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/06/the-pursuit-of-love-my-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2009 05:32:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[dRama..dRma. .oH dRaMa]]></category>
		<category><![CDATA[Aya Ueto]]></category>
		<category><![CDATA[Han Kyung]]></category>
		<category><![CDATA[Inoue Mao]]></category>
		<category><![CDATA[jun matsumoto]]></category>
		<category><![CDATA[Kazuya Kamenashi]]></category>
		<category><![CDATA[Maki Horikita]]></category>
		<category><![CDATA[Mao Inoue]]></category>
		<category><![CDATA[My Girl]]></category>
		<category><![CDATA[suju]]></category>
		<category><![CDATA[super junior]]></category>
		<category><![CDATA[Telesinema]]></category>
		<category><![CDATA[The Pursuit]]></category>
		<category><![CDATA[Tomohisa Yamashita]]></category>
		<category><![CDATA[Xing]]></category>
		<category><![CDATA[YamaoPi]]></category>
		<category><![CDATA[Yamapi]]></category>
		<category><![CDATA[Yamashita Tomohisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=749</guid>
		<description><![CDATA[The Pursuit Of Love (Side Story of Christmas Wish) Summary : Karena tak tahan dengan acara perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, Jin Sato memutuskan untuk kabur dari rumah. Di jalan, ia bertemu dengan seorang cewe berambut pendek yang tomboi dan cerewet. Cewe itu menasihati Jin panjang lebar, intinya cuma satu supaya Jin pulang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=749&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ffcc00;">The Pursuit<span style="color:#ffcc00;"> </span><span style="color:#000000;"><span style="color:#ffcc00;">Of Love</span> (Side Story of Christmas Wish)</span><span style="color:#000000;"> </span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ffcc00;"><img class="alignnone size-full wp-image-755" title="heiswitheragain" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/heiswitheragain1.png?w=510&#038;h=286" alt="heiswitheragain" width="510" height="286" /><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Summary :</span> Karena tak tahan dengan acara perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, Jin Sato memutuskan untuk kabur dari rumah. Di jalan, ia bertemu dengan seorang cewe berambut pendek yang tomboi dan cerewet. Cewe itu menasihati Jin panjang lebar, intinya cuma satu supaya Jin pulang ke rumah. Dasar apes, udah bisa kabur dari cewe sok tahu itu, Jin malah ditangkap polisi karena ngga sengaja lewat waktu ada tawuran dan ia disangka salah satu pelakunya. Dan polisi itu menelepon kedua orang tua Jin. Jadilah Jin kembali ke rumah. Huft T_T. Seminggu kemudian, kedua orang tuanya membawa pulang seorang cewe yang bakal jadi tunangannya. Jin sangat kaget saat tahu bahwa tunangannya itu adalah cewe tomboi sok tahu yang tempo hari ia temui di jalan. Nama cewe itu Park Jin Hye, blasteran Jepang dan Korea. Dari awal, Jin Hye sudah menyimpan rasa untuk Jin. Tapi, Jin menolaknya karena ia udah punya kekasih, Yuriko Ayase. Tapi, emang sial, kekasih yang amat dicintainya itu malah selingkuh ma sahabat Jin sendiri, Ken Tennouji. Dan seiring berjalannya waktu, Jin merasa ia menyimpan perasaan yang lain untuk Jin Hye. Tapi, semua itu sudah terlambat. Karena Jin Hye telah menyukai pria lain. Seorang <em>pattisier</em> dari sebuah toko kue &#8220;Heaven&#8217;s Bakery&#8221; yang bernama Takuma Fujiwara. Dan Jin harus berusaha untuk mendapatkan Jin Hye kembali apapun caranya, karena seberapa keras ia berusaha melupakan gadis itu, bayangannya selalu tak pernah hilang dari mata ataupun otaknya. .</p>
<p><span style="color:#ff9900;">Starring :</span><span style="color:#99cc00;"> Tomohisa Yamashita (Jin Sato)<br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Inoue Mao (Park Jin Hye)</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Kazuya Kamenashi (Ken Tennouji)</span></p>
<p><span style="color:#cc99ff;">Maki Horikita (Yuriko Ayase)</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Jun Matsumoto (Takuma Fujiwara)</span></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><span style="color:#ff99cc;">My Girl <span style="color:#000000;"> &#8211; Telesinema</span></span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;"><span style="color:#000000;"><img class="alignnone size-full wp-image-761" title="Hanaya" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/hanaya.jpg?w=510" alt="Hanaya"   /><br />
</span></span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Sejak kecil, Kim Hee-joon selalu dijauhi teman&#8221; nya karena latar belakang keluarganya yang kelam. Ayahny adalah seorang pemimpin gangster plus pembunuh bayaran. Ibunya dibunuh oleh orang yang dendam pada ayahnya. Kakak laki&#8221;ny seorang <em>gay</em> dan telah menikah dengan seorang pria bule dan tinggal di Amerika. Hee-joon hanya mempuyai satu orang teman yang setia mendampinginya, tanpa peduli tentang latar belakang keluarganya. Nama anak itu Inoue Kirizawa. Inoue sangat ceria dan tidak pernah peduli dengan pandangan sinis maupun cemoohan dari teman&#8221;nya karena berteman dengan Hee-joon. Inoue adalah anak yatim piatu yang diasuh di sebuah panti asuhan bernama &#8220;Flowers&#8221; yang terletak di dekat rumah Hee-joon. Walaupun berbeda bahasa &#8211; Hee-joon menggunakan bahasa Korea sedangkan Inoue Jepang &#8211; mereka berdua tetap dekat. Sampai suatu hari, Hee-joon mendapat kabar bahwa Inoue meninggal dalam sebuah kecelakaan lalu lintas. Hee-joon sangat shock, dan setelah itu ia menjadi anak yang pemurung dan introvert. Ayahnya yang tidak tega melihat Hee-joon seperti itu, lalu memutuskan untuk mengirimnya ke Jepang dan tinggal di salah satu rumahnya dan dijaga oleh Park Jung-il, tangan kananny yang sangat setia. Hee-joon tumbuh menjadi pribadi yang sangat dingin. Ia sangat cuek dan tidak peduli dengan orang lain. Ia juga sangat suka berkelahi dan seenaknya sendiri. Suatu hari, Hee-joon bertemu dengan seorang cewe buta bernama Maki Suoh. Maki adalah tipikal orang yang sangat ceria. Ia tidak peduli dengan sikap Hee-joon yang minus banget, dan tetap mencoba untuk menjadi temannya. Dan setiap kali melihat Maki, Hee-joon selalu teringat dengan Inoue. Lama-kelamaan Hee-joon pun luluh dengan usaha Maki dan mulai menerimanya menjadi temannya. Temannya yang kedua selama 23 tahun hidupnya.  Tak disangka, suatu hari, Hee-joon mendapat perintah dari Ayahnya untuk membunuh putri dari salah satu musuh Ayahnya. Dan saat Hee-joon menerima file calon korbannya itu, ia sangat kaget. Karena korban yang diminta oleh Ayahnya adalah Maki. Dan, Hee-joon harus memilih. Haruskah ia mengkhianati kepercayaan Maki atau perintah Ayahnya. .</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Starring : Han Kyung SUJU (Kim Hee-joon)</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;"><img class="alignnone size-full wp-image-759" title="user2614_pic553_1222384493" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/user2614_pic553_1222384493.jpg?w=510" alt="user2614_pic553_1222384493"   /><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Aya Ueto (Maki Suoh)</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;"><img class="alignnone size-full wp-image-760" title="e2d21641143ff0_full" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/e2d21641143ff0_full.jpg?w=510" alt="e2d21641143ff0_full"   /><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Theme Song : My Girl (Korean Version) by Xing</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">More Pictures of SUJU, Just Visit :</span></p>
<p>http://s580.photobucket.com/albums/ss249/Yuna_2K/?start=40</p>
<p><span style="color:#ff99cc;"><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/749/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/749/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=749&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/06/the-pursuit-of-love-my-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/heiswitheragain1.png" medium="image">
			<media:title type="html">heiswitheragain</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/hanaya.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hanaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/user2614_pic553_1222384493.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">user2614_pic553_1222384493</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/e2d21641143ff0_full.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">e2d21641143ff0_full</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love&#8217;s Chronicle</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/04/loves-chronicle/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/04/loves-chronicle/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 08:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[dRama..dRma. .oH dRaMa]]></category>
		<category><![CDATA[Honda]]></category>
		<category><![CDATA[Inoue Mao]]></category>
		<category><![CDATA[Love]]></category>
		<category><![CDATA[Love's Chronicle]]></category>
		<category><![CDATA[Mao Inoue]]></category>
		<category><![CDATA[Rabu]]></category>
		<category><![CDATA[Sakura]]></category>
		<category><![CDATA[Sakura Kitazawa]]></category>
		<category><![CDATA[Tomohisa Yamashita]]></category>
		<category><![CDATA[YamaoPi]]></category>
		<category><![CDATA[Yamashita Tomohisa]]></category>
		<category><![CDATA[Yamato Honda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Love&#8217;s Chronicle (Side Story of Painful Love) Starring : Tomohisa Yamashita (Yamato Honda) Inoue Mao (Sakura Kitazawa) Summary : Karena harus ditinggal selama 6 bulan oleh kedua orang tuanya yang bertugas ke luar negeri, Yamato Honda harus mau tinggal berdua dengan sepupunya, Sakura Kitazawa, yang lebih tua setahun darinya. Sakura yang kuliah di jurusan kedokteran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=743&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff99cc;">Love&#8217;s Chronicle<span style="color:#000000;"> (Side Story of Painful Love)</span><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;"><img class="alignnone size-full wp-image-744" title="ea53d68b0569b0_full" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/ea53d68b0569b0_full1.png?w=510" alt="ea53d68b0569b0_full"   /><br />
</span></p>
<p><span style="color:#ff0000;">Starring :</span> <span style="color:#ff9900;">Tomohisa Yamashita (Yamato Honda)</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Inoue Mao (Sakura Kitazawa)</span></p>
<p><span style="color:#00ccff;">Summary : </span>Karena harus ditinggal selama 6 bulan oleh kedua orang tuanya yang bertugas ke luar negeri, Yamato Honda harus mau tinggal berdua dengan sepupunya, Sakura Kitazawa, yang lebih tua setahun darinya. Sakura yang kuliah di jurusan kedokteran Universitas Tokyo ini dirasa mampu oleh orang tua Yamato untuk menjaga dan merawat &#8211; bahkan mendidik &#8211; Yamato yang dikenal usil, pembuat onar, berandalan, biang ribut, dll. Baru seminggu tinggal bersama, Sakura harus tahan dikerjai habis-habisan oleh Yamato. Walaupun berstatus saudara sepupu &#8211; ayah Sakura adalah kakak Ibu Yamato &#8211; selama ini Yamato memang tidak begitu dekat dengan Sakura yang dari kecil sampai umur 17 tahun tinggal di Seoul, Korea Selatan. Apalagi, bila ada acara keluarga, Yamato selalu kabur diam&#8221; dan tak sempat bertemu bahkan berbicara dengan Sakura. Tapi, lama kelamaan, Yamato sadar ia tak melihat Sakura  hanya sebagai saudara sepupu baginya, tapi juga sebagai cinta pertamanya. .</p>
<p><span style="color:#cc99ff;">Theme Song : My Girl (English Version) by Xing</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/743/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/743/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=743&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/04/loves-chronicle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/ea53d68b0569b0_full1.png" medium="image">
			<media:title type="html">ea53d68b0569b0_full</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Painful Love</title>
		<link>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/03/painful-love/</link>
		<comments>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/03/painful-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 12:46:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yoorin92</dc:creator>
				<category><![CDATA[dRama..dRma. .oH dRaMa]]></category>
		<category><![CDATA[Inoue Mao]]></category>
		<category><![CDATA[jin akanishi]]></category>
		<category><![CDATA[Maki Horikita]]></category>
		<category><![CDATA[Painful Love]]></category>
		<category><![CDATA[pi]]></category>
		<category><![CDATA[Tomohisa Yamashita]]></category>
		<category><![CDATA[YamaoPi]]></category>
		<category><![CDATA[Yamapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yoorin92.wordpress.com/?p=729</guid>
		<description><![CDATA[Painful Love Starring : Tomohisa Yamashita (Yuki Mizurashi) Inoue Mao (Hikari Tohda/SMA) Maki Horikita (Hikari Tohda/SMP) Jin Akanishi (Kyo Toma) Summary : &#8220;Pernahkah kalian merasakan sakitnya kehilangan?&#8221; Yuki Mizurashi kehilangan kekasihnya, Hikari Tohda, saat SMP. Hikari meninggal karena penyakit leukimia yang dideritanya. Sejak saat itu, Yuki merasa kehilangan semangat hidupnya. Ia jadi lebih pendiam dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=729&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#ff0000;">Painful Love</span></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-731" title="Painful Love" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/painful-love.jpg?w=510&#038;h=231" alt="Painful Love" width="510" height="231" /></p>
<p><span style="color:#ff9900;">Starring :</span> <span style="color:#00ccff;">Tomohisa Yamashita (Yuki Mizurashi)</span></p>
<p><span style="color:#99cc00;">Inoue Mao (Hikari Tohda/SMA)</span></p>
<p><span style="color:#cc99ff;">Maki Horikita (Hikari Tohda/SMP)</span></p>
<p><span style="color:#ff6600;">Jin Akanishi (Kyo Toma)</span></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">Summary :</span> <em>&#8220;Pernahkah kalian merasakan sakitnya kehilangan?&#8221;</em></p>
<p><em><img class="alignnone size-full wp-image-735" title="sorry" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/sorry.jpg?w=510" alt="sorry"   /></em></p>
<p>Yuki Mizurashi kehilangan kekasihnya, Hikari Tohda, saat SMP. Hikari meninggal karena penyakit leukimia yang dideritanya. Sejak saat itu, Yuki merasa kehilangan semangat hidupnya. Ia jadi lebih pendiam dan tertutup. Orang tuanya telah melakukan banyak hal untuk membuat Yuki bersemangat kembali. Tapi, semua itu gagal. Sampai suatu hari, saat hari pertama penerimaan murid baru di SMA-nya, Yuki bertemu dengan seseorang yang bernama sama dengan mantan kekasihnya itu, Hikari Tohda. Tapi, Hikari yang ini sangat berbeda dengan Hikari-nya. Ia tidak pendiam, ia tidak cengeng, ia tidak pemalu, pokoknya semua sifat yang dimiliki Hikari-nya tidak ada di Hikari SMA-nya itu. Hikari SMA-nya sangat ceria dan supel. Ia juga sangat tegar &#8211; ia bahkan tidak menangis saat beberapa orang kakak kelas melabraknya habis&#8221; an. Tidak seperti Hikari-nya. Dulu saat SMP, ada seorang guru yang memarahinya karena ia terlambat masuk kelas, dan ia langsung menangis. Dan semakin lama, Yuki mencoba mencari sosok Hikari-nya dalam diri Hikari, yang ada di hadapannya hanya kenangan dan masa lalunya bersama Hikari-nya, dan itu semakin membuat Hikari terluka. Karena tanpa Yuki tahu, Hikari telah jatuh cinta padanya. Di lain pihak, Kyo Toma, juga merasakan namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Karena, seberapa kerasnya ia berusaha, yang ada di mata Hikari, hanya Yuki, sahabat baiknya. .</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-730" title="wherearetheylasteditNOT" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/wherearetheylasteditnot.png?w=510&#038;h=286" alt="wherearetheylasteditNOT" width="510" height="286" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-733" title="bannerunclaimedlastedit" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/bannerunclaimedlastedit1.png?w=510&#038;h=156" alt="bannerunclaimedlastedit" width="510" height="156" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-734" title="YamaoPi" src="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/yamaopi.jpg?w=510&#038;h=207" alt="YamaoPi" width="510" height="207" /></p>
<p><span style="color:#ff99cc;">More Pictures oF YamaoPi, just visit </span>: <span style="color:#cc99ff;">http://s72.photobucket.com/albums/i184/4evamela/OBSESSION/YaMaoPi/?action=view&amp;current=sorry.jpg</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yoorin92.wordpress.com/729/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yoorin92.wordpress.com/729/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yoorin92.wordpress.com&amp;blog=4770451&amp;post=729&amp;subd=yoorin92&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yoorin92.wordpress.com/2009/06/03/painful-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7639a00ee704ed4e669cac01e507240a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yoorin92</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/painful-love.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Painful Love</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/sorry.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sorry</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/wherearetheylasteditnot.png" medium="image">
			<media:title type="html">wherearetheylasteditNOT</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/bannerunclaimedlastedit1.png" medium="image">
			<media:title type="html">bannerunclaimedlastedit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yoorin92.files.wordpress.com/2009/06/yamaopi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">YamaoPi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
