Skip navigation

“Aku harus sekamar dengannya? Magnae itu? Kenapa harus aku? Kenapa tidak Eeteuk hyung saja yang sekamar dengannya?” Aku masih kokoh dengan pendirianku. ‘ Magnae itu? Siapa namanya? Cho. .Cho. .Ah iya, Cho Kyuhyun. Cowo pendiam tidak jelas itu harus sekamar denganku? Yang benar saja.’ Eeteuk hyung mendekatiku. Tatapan mata innocentnya memohon padaku supaya aku berubah pikiran. Tapi maaf saja, kali ini cara itu tidak berhasil. “Sungminnie, ayolah. Apa salahnya berbagi kamar dengannya? Dia anak yang baik, kamu pasti betah bersamanya. Lagipula kasihan dia. Selama dia selalu tidur di tenda kecilnya di lantai asrama kami. Kamarmu kan besar, muat kan untuk satu tempat tidur lagi. Kamarku sudah penuh. Shindong, kamarnya kan kecil. Kasihan kalau dia disuruh berbagi. Heechul apalagi. Dia kalau tidur kan berisik. Kasihan Kyuhyun ah nanti. Ayolah. Mau ya? Please. Please.” Akhirnya pendirianku pun runtuh. Aku menganggukkan kepalaku. ” Tapi, bila aku tidak nyaman bersamanya, dia harus tidur bersama hyung. Lalu aku yang bersama Donghae. Bagaimana?” Eeteuk hyung tersenyum lalu mengedipkan matanya. “Ok.”

“Mohon bantuannya, hyung.” Kyuhyun tersenyum lalu membungkukkan badannya. Aku juga tersenyum. Tersenyum kikuk lebih tepatnya. Tak kusangka cowok ini tinggi juga. Lebih tinggi dariku. Huft, magnae tak seharusnya lebih tinggi dari hyungnya. Kalau mau jujur, aku memang tidak dekat dengan cowo ini. Dia pendiam, sama sepertiku. Jadi, aku jarang berbicara dengannya. Selama ini, dia tinggal di lantai atas. Karena tak punya tempat tidur, ia terpaksa tidur di tenda kecil birunya yang bergambar awan. Aku kejam juga ya. Aku tidur di kamar sebesar ini, full AC, dengan tempat tidur empuk sementara dia harus tidur di tenda sempitnya itu. “Ini tempat tidurmu. Posisinya masih aneh, karena baru saja dimasukkan. Nanti kubantu kamu membereskannya.” Aku menunjuk tempat tidur yang terletak persis di depanku. Aku yang membelinya kemarin sore. Aku tidak tahu selera dia bagaimana, jadi kesamakan dengan punyaku. Selimutnya juga sama persis dengan punyaku, bedanya punyaku berwarna pink – warna kesukaanku – sementara dia berwarna biru. Semoga saja dia suka, sebab kalau tidak, siap-siap saja kembali ke tenda birunya itu.

“Terimakasih, hyung. Oia, terimakasih juga karena mengizinkanku tidur di sini.” dia tersenyum lagi. Oh, tidak. Aku benar-benar merasa berdosa sekali sekarang. “Maaf. Tak seharusnya selama ini kamu tidur di tendamu itu. Harusnya sejak dulu, kamu pindah ke sini. Kamar ini cukup luas untuk 2 orang. Maaf.” Dan, yang membuatku makin merasa bersalah adalah dia sama sekali tidak marah gara-gara sikap konyolku yang baru rela membagi kamarku ini setelah 3 bulan lebih kami semua pindah ke apartemen ini. Dia meletakkan tasnya di ranjang.”Biru. Warna kesukaanku.” Dia menatapku lalu tersenyum, “Terimakasih.” Oh, Tuhan. Kenapa Kau mengirimkan cowo sebaik ini ke bumi?? Aku tersenyum kikuk, “Sama-sama. Oh iya, panggil saja aku Minnie. Umur kita tidak terpaut terlalu jauh kan. Aku tidak terlalu suka dipanggil ‘hyung’.” Aku lalu duduk di kursi dekat tempat tidurnya. Kupandangi cowo ini baik-baik. Dari ujung rambut sampai ujung kaki. Rambutnya ikal berwarna coklat. Huh, dari dulu aku ingin sekali punya rambut seperti itu, tapi kata penata rambutnya wajahku aneh dengan rambut seperti itu. Dia kurus sekali ya. Apa gara-gara harus tidur di tenda kecil itu, dia sering sakit sampai sekurus ini? “Hyung lapar? Maaf, aku tidak bisa dimakan, hyung. Mau kubuatkan makanan?” Kyuhyun bangkit dari duduknya. ‘Dia sadar kalau diperhatikan ya.’ “Ah, tidak.Tidak. Aku tidak lapar.” Aku mencoba tersenyum. Oh, malunya. Aku lalu buru-buru bangun dari kursi, tapi dasar sial, aku tidak memperhatikan pintu di depanku. Keningku dengan sempurnanya menabrak pintu. “Aduuuhhh!” aku memegang keningku. “Hyung!” Kyuhyun mendekatiku.

Iklan

5 Comments

  1. kuG g sLesai c??

    • annyong =D
      besok deh, dilanjutin lg 😉

  2. duuuh,,,
    jgn lama2 yah…
    sudah tidak sabar menunggu..*jahh*

  3. aku baru maen neh..
    annyeong, yoorin ssi..

    ffmu bagus, aku suka…

    • Annyong,
      Gomawo =)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: